Cara Redirect Website Lama Ke Website Baru Denagan .htaccess

0
55

Anda memiliki situs web lama yang dapat diakses di bawah domainlama.com dan Anda memiliki situs web baru yang dapat diakses di bawah domainbaru.com.? Kalau begitu Menyalin konten situs web lama ke situs web baru adalah langkah pertama, tetapi apa yang terjadi setelah itu?Anda harus melakukan 301 redirect secara permanen redirect dari domain lama ke domain baru,  yang mudah dan memiliki beberapa keuntungan:

Sebenarnya artikel ini saya buat karena beberapa hari lalu ada seorang teman yang mempunyai kasus atau problem dengan website lamanya yang mengharuskannya membuat website baru atau domain baru, tetapi disini dia mempunyai masalah baru, yaitu dengan mengganti domain baru berarti dia harus memulainya dari awal lagi dan visitor dan viewer pun akan hilang bahkan kemungkinan lebih serius lagi. 

wah ini mungkin masah yang serius, bayangkan saja visitor kita yang biasanya ratusan bahkan ribuan perhari harus meninggalkan web kita karena masalah ini n kita harus kehilangan itu semua. karna masalah itu saya berusaha mencari solusinya bagaimana kirannya visitor n viewer gak kabur dari website kita karna perubahan sebuah nama domain. saya mencoba cari-cari solusinya bagai mana agar semua itu bisa di lakukan, setelah googling san sini akhirnya saya menemukan solusinya, yaitu dengan setting file .htaccess di file manager hosting dengan cara redirect 301.
 
Redirect 301 ini pun memiliki beberapa keuntungan, yaitu :

  1.  Pengguna akan secara otomatis dialihkan ke domain baru, Anda tidak perlu memberi tahu mereka. 
  2. Mesin pencari juga akan dialihkan ke domain baru dan semua informasi terkait akan dipindahkan  ke domain baru (tapi ini mungkin memakan waktu lama).
  3. Google PageRank akan ditransfer ke domain baru, juga informasi internal lainnya yang digunakan untuk mengatur posisi halaman di halaman hasil mesin pencari (SERP), seperti TrustRank.

Baiklah setelah kita mengetahu kelebihan Redirect 301 ini sekarang langsung saja ke cara penerapannya:

  1. jangan kupa login ke cpanel domain masing-masing
  2. setelah masuk pilih hostingan domain lama trus buka file manager di hosting domain lama
  3. setelah masuk file manager, buka direktori tempat penyimpanan web lama yang ingin di redirect.
  4. setelah masuk cari file .htaccess, jika tidak ada coba tampilkan dahulu hiden file. namun jika masih tidak ada bisa membuat file .htaccess yang baru.
  5. setelah itu ketikan atau pastekan file di bawah ini di file .htaccess tepat di bawah sekali. 
  6. Lakukan pengalihan 301 untuk semua permintaan http yang masuk ke domain lama.

RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteCond% {HTTP_HOST}! domainbaru.com $ [NC]
RewriteRule ^ (. *) $ Http://www.domainbaru.com/$1 [L, R = 301]

Penjelasan pengalihan .htaccess 301

Apa yang dilakukan kode di atas?

Mari kita lihat contoh 1.  Redirect domainlama.com ke www.domainbaru.com. Dua baris pertama hanya mengatakan apache untuk menangani direktori saat ini dan memulai modul penulisan ulang.

Baris berikutnya RewriteCond% {HTTP_HOST}! domainbaru.com $ menetapkan bahwa aturan berikutnya hanya diaktifkan ketika host http (yang berarti domain dari url yang diminta) tidak (- ditentukan dengan “!”) domainbaru.com. $ Artinya host berakhir dengan domainbaru.com  dan hasilnya adalah semua halaman dari domainbaru.com akan memicu aturan penulisan ulang berikut. Dikombinasikan dengan inversive “!” Adalah hasil setiap host yang bukan domainbaru.com akan dialihkan ke domain ini. [NC] menetapkan bahwa host http tidak peka huruf besar / kecil.

Yang lolos “.” – Karena ini adalah karakter khusus (biasanya, titik (.) Berarti bahwa satu karakter tidak ditentukan).

Baris berikutnya dan terakhir  menggambarkan tindakan yang harus dijalankan: RewriteRule ^ (. *) $ Http://www.domainbaru.com/$1 [L, R = 301]. ^ (. *) $ Adalah sedikit trik sulap. Dapatkah Anda mengingat arti dari titik itu? Jika tidak  ini bisa berupa karakter apa pun (tetapi hanya satu). Jadi. * Berarti Anda dapat memiliki banyak karakter, tidak hanya satu. Ini yang kita butuhkan – karena ini ^ (. *) $ Berisi url yang diminta, tanpa domain. Bagian berikutnya http://www.domainbaru.com/$1 menjelaskan target aturan penulisan ulang  ini adalah nama domain “akhir” kami, yang digunakan, di mana $ 1 berisi konten (. *). Bagian selanjutnya juga penting, karena ia melakukan pengalihan 301 bagi kita secara otomatis: [L, R = 301]. L berarti ini adalah aturan terakhir dalam proses ini  jadi setelah penulisan ulang ini, webserver akan mengembalikan hasilnya. R = 301 berarti bahwa webserver mengembalikan 301 dipindahkan secara permanen ke browser yang meminta atau mesin telusur.

 Baiklah mungkin hanya itu penjelasan dari saya, maaf jika penjelasan saya terlalu sulit di mengerti namun jika ada yang ingin di tanyakan berkaitan dengan artikel ini silahkan tinggalkan komentar pada kolom komentar dibawah.


WASALAM, JAYA SELALU PARA BLOGGER AND KEPP SMILE. salam jomblo 😅